Minggu, 12 Februari 2012

postheadericon Kromatografi

   Berbicara tentang kromatografi, saya teringat percobaan pertama saya saat di bangku sekolah menengah pertama. Percobaan ini sangat simpel, yaitu dengan membuat sebuah garis pada kertas saring kemudian dikembangkan dengan air. Saat itu saya menemukan hal yang sangat menakjubkan , karena dari sebuah garis berwarna hitam , kemudian muncul warna- warna seperti merah, kuning dan biru. Lalu sebenarnya apa sih kromatgrafi itu? kenapa bisa muncul warna - warna tersebut.

   Kromatografi berasal dari kata chroma yang berarti warna dan graph yang berarti pembacaan. jadi kromatografi merupakan suatu metode pembacaan warna .Sebenarnya kromatgrafi merupakan suatu metode pemisahan senyawa, pada awalnya metoda ini dipakai untuk memisahkan senyawa - senyawa berwarna dari ekstrak daun, namun dewasa ini juga bisa digunakan untuk memisahkan senyawa yang tak berwarna sekalipun.

     Pemisahan senyawa-senyawa tersebut terjadi karena perbedaan polaritas antar senyawa dengan fase gerak dan fase diam, dan perbedaan migrasi dari tiap senyawa untuk melewati fase diam dengan dorongan dari fase gerak. Biasanya fase diam merupakan suatu senyawa polar, dan fase geraknya merupakan senyawa non polar. Prinsipnya adalah like disolve like, senyawa  yang non polar akan terikat dengan pelarut dan senyawa polar akan terikat pada fase diam .

   Salah satu kesulitan dalam tekhnik pemisahan ini adalah , pada saat pemilihan pelarut/ fase gerak. Karena harus dicari pelarut yang cocok untuk memisahkan senyawa - senyawa yang terkandung dalam sampel. Dan hal itu hanya dapat dicapai dengan proses coba- coba meliputi jenis pelarut yang cocok, campuran pelarut, dan konsentrasi dari campuran pelarut tersebut.

    Maka dari percobaan kromatografi pertama saya, dapat dijelaskan sebagai berikut. Sampel yang dipisahkan komponen nya adalah tinta spidol warna hitam, Fase diam nya adalah kertas saring, dan fase gerak yang dipakai adalah air. Tinta spidol yang berwarna hitam di tutulkan pada kertas saring kemudian dikembangkan dengan air,kemudian muncuk warna - warna pembentuknya yaitu kuning, merah , dan biru.Warna - warna tersebut terpisah karena perbedaan kepolaran antar komponen warna.
Warna- warna itu akan muncul pada jarak yang tertentu. Jarak munculnya warna jika dibandingkan dengan jarak yang ditempuh oleh pelarut akan menghasilkan sebuah harga yang disebut Rf (Retardation factor).

   Harga Rf adalah harga yang spesifik untuk tiap senyawa, sehingga dengan mengetahui harga Rf kita dapat menduga , senyawa apa yang muncul.( Dengan melihat dari referensi . tentu saja dengan menyesuaikan pula kondisi percobaan dan pelarut yang digunakan dalam referensi tersebut)

         Jarak yang ditempuh komponen senyawa
Rf = -----------------------------------------
         Jarak yang ditempuh pelarut


    Dari prinsip kromatgrafi, dewasa ini telah berkembang berbagai instrumen yang berguna untuk analisis baik kualitatif maupun kuantitatif diantaranya HPLC, GC yang dapat mempermudah proses analisis dan memberikan hasil yang memuaskan.

   

0 komentar:

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Blog Archive

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Total Tayangan Halaman

studi farmasi. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
purwanti
bandung, jawa barat, Indonesia
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

Followers