Jumat, 01 Maret 2013

postheadericon Drug targeted : Reseptor

       Reseptor adalah salah satu sasaran kerja obat . Kebanyakan reseptor adalah protein yang terletak di permukaan sel , dalam posisi terbenam di dalam sel, dengan binding site ada di bagian luar sel. Di permukaan sel terdapat banyak reseptor yang berbeda.  tiap reseptor dapat diduduki atau berikatan dengan zat yang sesuai. Berbeda dengan enzym yang dapat berikatan dengan substrat, maka reseptor berikayan dengan zat yang dinamakan chemical messenger. Chemical messernger adalah zat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan kepada reseptor. Chemical messenger bisa berupa neurotransmiter atau hormon. 




        Jika enzym berikatan dengan substrat dan menghasilkan suatu produk yang berbeda dengan substrat, maka lain halnya dengan ikatan reseptor dengan chemical messenger.Chemical messenger hanya berikatan dengan reseptor untuk menyampaikan pesan tanpa menghasilkan produk baru karena tidak ada aktivitas katalisis. Setelah menyampaikan pesan chemical messenger akan terlepas  sebagai chemical messenger. Dampak yang terjadi dari ikatan antara reseptor dan chemical messenger adalah didalam sel tempat reseptor berada.

Reaksinya bisa dituliskan seperti ini :

R + CM --> R-CM --> R + CM

        Misalnya seorang pasien sedang menderita demam, di beri terapi paracetamol. molekul paracetamol akan menduduki reseptor demam dan memberi pesan kepada reseptor. sehingga sel bereaksi dengan menurunkan demam pasien.

       Reseptor dan chemical messengger berikatan dengan menggunakan ikatan yang lemah seperti ikatan hidrogen, ikatan van der walls, ikatan dipol-dipol. Ikatan antara reseptor dengan CM atau obat tidak menggunakan ikatan yang kkuata seperti ikatan kovalen, karena dapat menyebabkan efek toksik. Sebagian besar logam berat berikatan dengan ikatan kovalen, karena itu lah logam berat kebanyakan bersifat toksik bagi tubuh.

        Suatu zat bisa saja berikatan dengan beberapa reseptor, tidak hanya reseptor sasaran dan menyebabkan efek lain. Hal ini lah yang kemudian disebut dengan efek samping obat. Makin spesifik  obat terhadap suatu reseptor sasarannya maka makin kecil efek samping yang ditimbulkannya.

        Suatu obat dapat bekerja sebagai Agonist atau Antagonist terhadap reseptor. Agonist berarti, obat bekerja menyerupai kerja Chemical messenger untuk berikatan dengan reseptor dan menimbulkan efek. Sedangkan Antagonist berarti, obat bekerja sebagai saingan Chemical messenger untuk berikatan dengan reseptor tetapi tidak menghasilkan efek. Contoh: seorang penderita diabetes kekurangan insulin sehingga kadar gula darahnya tinggi, maka diberi terapi hormon insulin . maka hormon insulin disini bekerja sebagai Agonist. Conto kedua, seorang pasien menderita tekanan darah tinggi karena kelebihan aktivitas pada reseptor Angiotensin II, maka diberikan obat irbesartan yang dapat berikatan dengan reseptor Angiotensin II tapi tidak menimbulkan efek kenaikan tekanan darah. Maka kerja ibersartan adalah sebagai Antagonist Angiotensin II.


0 komentar:

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Blog Archive

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Total Tayangan Halaman

studi farmasi. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
purwanti
bandung, jawa barat, Indonesia
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

Followers